Showing posts with label Diari Produktif Al-Quran. Show all posts
Showing posts with label Diari Produktif Al-Quran. Show all posts

Saturday, March 2, 2019

Juz 2, Ayat 142 Surah Al-Baqarah

~Aku Insan Hina Dina...mengharap Kasih sayang-Nya & Redha -Nya ~

Alhamdulillah, hari ini kita meneliti Ayat 142 dalam Surah Al-Baqarah:


سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلَّاهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِي كَانُوا عَلَيْهَا ۚ قُلْ لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

(Abdullah Muhammad Basmeih)

Orang-orang bodoh (yang kurang akal pertimbangannya) akan berkata: "Apa sebabnya yang menjadikan orang-orang Islam berpaling dari kiblat yang mereka mengadapnya selama ini?" Katakanlah (wahai Muhammad): "Timur dan barat adalah kepunyaan Allah - (maka ke pihak mana sahaja kita diarahkan Allah mengadapnya, wajiblah kita mematuhiNya); Allah yang memberikan petunjuk hidayahNya kepada sesiapa yang dikehendakiNya ke jalan yang lurus".

-Surah Al-Baqarah, Ayah 142

Persoalan yang timbul selepas melihat terjemahan ayat ini mungkin banyak. Namun, kita cuba baca tafsir yang telah diusahakan oleh para ulama dan pengkaji Al-Quran, salah satunya yang mudah difahami...:

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I 
— هداية الإنسان بتفسير القران 
Setelah pada ayat yang lalu diceritakan perilaku kaum yahudi secara umum, pada ayat ini Allah menjelaskan sikap mereka dan juga orang musyrik terkait persoalan khusus, yaitu pengalihan kiblat salat dari baitulmakdis[baitulmaqdis] di palestina ke kakbah[Kaabah] di mekah. 
Pada saat nabi berhijrah ke Madinah, beliau dan para sahabatnya selama 16 sampai 17 bulan melaksanakan salat menghadap ke baitulmakdis[baitulmaqdis]. Pada rajab[bulan Rejab] tahun ke-2 hijriah, Allah memerintahkan nabi untuk menghadap ke masjidilharam di mekah. Tentang hal ini Allah berfirman sebagai berikut:
Orang-orang yang kurang akal di antara manusia, yakni sebagian orang yahudi dan kelompok lain, akan mengolok-olok nabi dan kaum mukmin dengan berkata, apakah yang memalingkan mereka, yakni kaum muslim, dari kiblat yang dahulu mereka berkiblat kepadanya' pemberitahuan awal ini dilakukan agar nabi dan orang-orang islam tidak kaget jika hal itu tejadi. 
Lalu Allah memerintahkan kepada nabi untuk menjawab mereka. Katakanlah, wahai rasul, milik Allah-lah timur dan barat. Allah berhak untuk menyuruh hamba-Nya menghadap ke arah mana saja, apakah ke arah timur atau barat, karena semua arah adalah milik Allah. 
Mereka yang beriman dengan benar akan mengikuti seluruh perintah Allah. Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Allah. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dia kehendaki ke jalan yang lurus. Allah yang paling mengetahui siapa yang pantas untuk mendapat petunjuk itu. Jika Allah menjadikan kakbah[kaabah] sebagai kiblat yang paling utama karena dibangun oleh bapak para nabi, yaitu nabi ibrahim, maka demikian pula kami telah menjadikan kamu, umat islam, umat pertengahan, yaitu umat terbaik yang pernah ada di bumi ini. 
Umat yang terbaik sangatlah pantas menjadi saksi. Tujuannya adalah agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia, yaitu ketika nanti pada hari kiamat jika ada dari mereka yang mengingkari bahwa rasul-rasul mereka telah menyampaikan pesan-pesan Allah atau adanya penyimpangan pada ajaran mereka. 
Di samping itu, juga agar rasul, Muhammad, menjadi saksi atas perbuatan kamu yaitu dengan memberikan petunjuk dan arahan-arahannya ketika masih hidup serta jalan kehidupannya juga petunjuknya ketika sudah meninggal. Allah kemudian menjelaskan tujuan pengalihan kiblat, yaitu menguji keimanan seseorang
Kami tidak menjadikan kiblat yang dahulu kamu berkiblat kepadanya melainkan agar kami mengetahui siapa yang mengikuti rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Bagi mereka yang tetap istikamah dengan keimanannya, mereka akan mengikuti apa pun yang diperintahkan oleh Allah dan rasul-Nya, baik dalam pengalihan kiblat atau lainnya. 
Sebaliknya, bagi yang lain, mereka akan menolak dan enggan mengikuti perintah Allah dan rasul-Nya. Ihwal[Hal, Isu] pemindahan kiblat memang mengundang persoalan bagi sebagian kelompok. Oleh karena itu, pemindahan kiblat itu sangat berat kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. 
Sebagian kelompok menganggap persoalan kiblat adalah termasuk ajaran yang sudah baku[tetap], tidak bisa diubah lagi, seperti halnya tauhid. Namun, sebagian lagi, yaitu orang-orang yang istikamah[istiqamah] dalam beriman, menganggap bahwa persoalan ini termasuk kebijakan Allah yang bisa[boleh] saja berubah. 
Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah maha pengasih, maha penyayang kepada manusia.

Referensi: https://tafsirweb.com/596-surat-al-baqarah-ayat-142.html


Subhanallah..Rupanya begitulah Al-Quran menceritakan sikap orang-orang Yahudi yang terdahulu mengenai keingkaran mereka terzahir selepas perintah pemindahan kiblat dikeluarkan. Selayaknya kita sebagai hamba selalu menuruti perintah Allah swt dan RasulNya kerana itu semua untuk kebaikan diri kita, Allah tidak rugi walau sedikit dengan keingkaran kita, Tapi yang rugi adalah diri kita sendiri.

Moga bermula hari ini, kita cuba menjadi Hamba Allah yang benar-benar setia menjadi pengikut Rasulullah saw dan sentiasa menjunjung perintah-perintah Allah melalui pensyariatan yang telah ada termaktub di dalam Al-Quran.

hadza wabillahi taufiq..

Wednesday, February 27, 2019

Diari Hari Ini..

~Aku Insan Hina Dina...mengharap Kasih sayang-Nya & Redha -Nya ~

Seperti biasa, hari ini 27 Februari  saya pilih untuk mentadabbur ayat dalam juzuk 27.

Ayat yang terpilih ada 3:

هُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

(Abdullah Muhammad Basmeih)
Menjadi hidayah petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman,

-Sura An-Naml, Ayah 2

الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

(Abdullah Muhammad Basmeih)
Iaitu mereka yang tetap mendirikan sembahyang dan memberi zakat, sedang mereka pula percaya dengan yakin akan hari akhirat.

-Sura An-Naml, Ayah 3

إِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ زَيَّنَّا لَهُمْ أَعْمَالَهُمْ فَهُمْ يَعْمَهُونَ

(Abdullah Muhammad Basmeih)
Sesungguhnya orang-orang yang tidak percaya kepada hari akhirat, Kami jadikan perbuatan-perbuatan buruk mereka kelihatan baik kepada mereka; oleh itu, tinggalah mereka meraba-raba dalam kesesatan.

-Sura An-Naml, Ayah 4

***

Kebetulan hari ini saya mengajar Murid cilik tahun 1 Rukun Iman. Bayangkan kecil-kecil mereka ini sangat muda untuk mengupas isu-isu berkaitan iman. Namun, betapa pentingnya bab Iman diterapkan dalam naluri mereka. Akhirnya mereka duduk terpegun memikirkan kekuasaan Allah.

Bermula dari bermain cawan muzik. Saya tukar cawan kepada pen. Semasa muzik di pasang, mereka perlu memberikan pen kepada kawan sebelah, sehingga muzik dipadam. Orang terakhir memegang pen akan disoal.

Lagu terpilih adalah lagu Upin Ipin - Rukun Iman. Sampai sekarang muziknya terngiang-ngiang dalam memori.

Dijadikan cerita, soalan pertama saya ialah apa itu rukun Iman? Seperti yabg dijangka mereka tidak dapat jawab. Oleh itu, saya mengambil peluang menerangkan kepada mereka.

***

Dalam menerangkan satu demi satu mengenai Rukun Iman yang ada, salah satunya mengenai Hari Kiamat.

Saya tidak mampu memberikan penerangan kepada murid ini menggunakan ayat sendiri tentang Hari Kiamat.

Lalu saya membuka terjemahan Al-Quran  dan membaca terjemahan surah Al-Zalzalah. Mungkin ini boleh memberikan satu gambaran kepada mereka tengang peristiwa Hari Kiamat. Goncangan yang segoncang-goncangnya.

Saya minta mereka membaca dengan kuat. Hasilnya, mereka sendiri berkerut. Rasa risau. Kebetulan surah ini menceritakan orang yang di dalam kubur akan dibangkitkan.

Saya mengaitkan cara mereka berjalan ke Mahsyar mengikut amalan mereka. Langsung idea tentang hantu sebelum itu lenyap. Tidak tercakap lagi.

***
Ibrah hari ini:

1. Anak kecil perlu pendedahan alam ghaib seperti  itu supaya mereka merasakan setiap perkara yang dikerjakan sentiasa yang baik baik sahaja.

2. Penerangan cara manusia dengan penerangan cara Allah, sangat berbeza. Penerangan Allah rupanya lebib mudah sampai dalam hati seorang kanak kanak.

3. Berita-berita Hari Kiamat di dalam Al-Quran menjadi satu peringatan kepada semua manusia yang mahu beriman dan membuat persiapan.

4.Rupanya, antara persiapan itu adalah menggunakan Al-Quran untuk mengetahui apa do dan dont kita sepanjang hidup. Kerana Al-Quran itu kitab HiDAYAHa(Petunjuk). Kenapa kita mencari petunjuk di tempat lain? Atau kenapa kita langsung yakin boleh sampai ke destinasi baru tanpa mengetahui jalannya?

Bersambung...

Percutian 5 Hari 4 Malam ( Day 1)

~Aku Insan Hina Dina...mengharap Kasih sayang-Nya & Redha -Nya ~ Bismillahirrahmanirrahiim.. Alhamdulillah, nikmat masa yang ada say...