twitterku

One Side Of Our World

One Side Of Our World

Friday, November 13, 2015

Diari Agen Nurraysa Putatan

~Aku Insan Hina Dina...mengharap Kasih sayang-Nya & Redha -Nya ~

Diari Agen Nurraysa Putatan

Semalam saya mendapat lagi pesanan ringkas whatsapp dari seorang pengikut setia Produk Nurraysa.

Beliau menghubungi saya untuk memesan set Combo sempena promosi yang berlangsung dari 1-15 November ini. Dia menjadi tidak sabar  ingin memakai produk yang berkualiti ini.

Pada mulanya saya  memberitahu dia bahawa stok set memang tiada langsung dengan saya dan perlu mengambilnya dari stokis. Dia bersetuju untuk tunggu sehingga hari Jumaat.  Tapi, Khamis kelmarin, dia mesej lagi untuk meminta saya menghantar sabun dulu jika set tiada.

Alhamdulillah,  rezeki pelanggan ini masih ada. Saya menghubungi rakan agen di sekitar Putatan untuk bertanya tentang set percubaan. Agen ini masih menyimpan lagi stok set. Malam tadi juga saya ajak suami mengambil stok dan menghantarnya kepada pelanggan tadi.

Walaupun saya selalu kehabisan stok saya mudah untuk mendapatkan daripada rakan agen yang juga satu stokis dengan saya. Kebetulan stokis kami sedang menunggu hari untuk melahirkan kandungannya di Kelantan.

Stokis saya memberitahu bahawa stok set di HQ sudah licin sempena promosi yang berlangsung. Kilang sedang mempergiatkan pengeluaran untuk menampung permintaan yang tinggi.

Selepas kami menghantar barang pelanggan. Suami ajak saya singgah di medan selera Tanjung Aru untuk menikmati ABC Special. Jika tidak kerana teringat pesanan doktor, saya akn pesan ABC Special sekali. Malam tadi suami saya saja yang makan.

Selama bisnes Nurraysa, suami saya belum pernah menolak apabila saya ingin khidmatnya menghantar atau mengirimkan barang Nurraysa melalui pos. Sikap suami saya menyebabkan saya semakin rasa cinta kepadanya.

Saya akan kenang saat kami berdua mengusahakan bisnes ini dari mula sehingga berjaya kelak!


Sunday, October 25, 2015

~Aku Insan Hina Dina...mengharap Kasih sayang-Nya & Redha -Nya ~

Bedak tidak hanya berperan sebagai pemberi kesan segar pada wajah tetapi juga sebagai pengcover masalah kecantikan pada wajah.
Bedak bisa dikatakan menjadi modal penampilan wanita. Dengan menggunakan bedak, seorang wanita terkadang merasa lebih percaya diri dengan penampilannya. Bagaimana tidak? Bedak tidak hanya membuat wajah tampak lebih segar tetapi juga mampu menutup masalah kecantikan pada wajah seperti halnya jerawat, flek hitam, atau lain sebagainya.
Namun dalam faktanya, terkadang bedak juga menjadi sumber menurunnya rasa tidak percaya diri sebagian wanita seperti halnya wajah terlihat tampak lebih tua, wajah terlihat seperti memakai topeng, dan lain sebagainya.
Sebetulnya, penyebab dari kondisi ini adalah sebagian mereka tidak mengetahui bagaimana cara memilih bedak yang tepat. So, bagaimana cara memilih bedak yang tepat? Pastikan untuk menyesuaikan bedak dengan jenis dan warna kulit.

Pilih Bedak Sesuai Jenis Kulit

Agar bedak yang Anda gunakan mampu membuat penampilan Anda terlihat maksimal, pastikan bahwa bedak yang akan digunakan sangat sesuai dengan jenis kulit yang Anda miliki. So, sebelum membeli dan menggunakan bedak, ketahui dahulu jenis kulit yang Anda miliki.
Kulit wajah berminyak
Kulit berminyak sebetulnya memberikan dampak yang baik karena sebagian orang mampu menghambat penuaan. Namun sayangnya, kulit berminyak ini membuat wanita merasa risih khususnya dalam memakai bedak yang bisa sangat mudah hilang.
Apa bedak yang cocok? Jika Anda memiliki kulit wajah berminyak, akan lebih baik jika Anda memilih bedak tabur yang jenisnya antikilap agar tidak membuat wajah mengkilap. Cara pengaplikasiannya bisa dengan menggunakan puff yang ditepuk-tepukkan ke wajah atau bisa juga dengan menggunakan kuas.
bedak tabur

Kulit wajah normal
Memiliki kulit wajah normal tentunya diimpikan bagi sebagian wanita. Bagaimana tidak? Selain tidak mudah terserang masalah kecantikan di wajah, wanita yang memiliki wajah normal bebas menentukan tipe bedak yang diinginkannya baik itu bedak tabur,compact powder, maupun two way cake.
bedak tabur4


Kulit wajah kering
Bagi Anda yang memiliki kulit wajah kering, bedak yang bisa Anda pilih untuk mempercantik tampilan wajah Anda adalah bedak dengan tipe two way cake. Mengapa? Hal ini tidak lain karena bedak tipe ini sudah memiliki foundation yang membuat wajah Anda terlihat lebih lembab.
Agar tampilan lebih halus dan tahan lama, Anda bisa membasahi spon khusus dengan air baru kemudian disapukan pada wajah.
bedak tabur3

Pilih Bedak Sesuai Warna Kulit

Anda tidak ingin bedak yang Anda gunakan menjadi olok-olokan orang di sekeliling Anda? Seperti halnya mengatakan bahwa Anda terlihat seperti badut atau seperti menggunakan topeng? Nah, kalau begitu, pastikan untuk menyesuaikan warna bedak dengan warna kulit yang Anda miliki.
Kulit gelap
Meskipun Anda memiliki kulit gelap, bukan berarti Anda mengesampingkan untuk menggunakan bedak. Sebab, bedak yang Anda gunakan akan membuat wajah Anda tampak lebih sensual dan segar. Bagaimana memilih bedak untuk kulit gelap? Anda bisa memilih bedak dengan warna kecoklatan atau tropical beige.
tropical beige
Kuning langsat
Wanita Asia rata-rata memiliki kulit dengan warna kuning langsat. Nah, jika Anda memiliki warna kulit yang demikian, warna bedak yang bisa Anda pilih adalah kekuningan atau yellow beige.
yellow beige
Kulit sawo matang
Jika Anda memiliki kulit sawo matang atau kulit yang tidak terlalu gelap namun tidak juga kuning langsat, Anda bisa memilih bedak dengan warna natural beige.
natural beige

Kulit putih
Bagi Anda yang memiliki kulit berwarna putih, Anda bisa memilih bedak dengan warna putih atau sering disebut sebagaiwhite cream.
white cream
Kulit kemerahan
Jika Anda memiliki kulit kemerahan, pastikan untuk memilih bedak dengan tipe ivory atau warna gading.
ivory

Apa pun jenis kulit yang Anda miliki, pastikan untuk memilih warnanya yang lebih tua dari warna kulit Anda. Kondisi ini untuk menghindari wajah Anda seperti menggunakan topeng.

Pada saat Anda membeli bedak, tidak ada salahnya jika Anda memoleskan sedikit bedak pada pergelangan tangan Anda. Sebab, pada daerah tersebut umumnya paling dekat dengan warna kulit wajah.



Semoga info di atas bisa membantu Anda sekalian dalam mendapatkan bedak yang tepat!
Kalo ada yang kurang jelas atau ingin konsultasi, silakan tinggalkan komentar di bawah.







Tuesday, September 29, 2015

Pelatih Giatmara

~Aku Insan Hina Dina...mengharap Kasih sayang-Nya & Redha -Nya ~

Assalamualaikum, sudah lama saya biarkan blog ini tidak di selenggara. Maafkan saya, saya baru menyedari dan bersyukur dengan kewujudan blog yang sudah diusahakan sejak tahun 2008. Alhamdulillah.

Hari ini saya berkongsi tentang saya menjadi pelatih Giatmara. Semasa ke sekolah lama saya, saya telah ditanya oleh guru-guru mengenai pekerjaan saya sekarang. Saya hanya mampu cakap, saya sedang mencari kehidupan.

Jawapan ini disebut kerana saya bukan menyandang jawatan yang besar di mana-mana jabatan kerajaan mahupun swasta walaupun saya adalah pemegang Ijazah Sarjana Muda Kelas Kedua. Pun begitu Penolong Kanan HEM ada memberikan saya borang untuk saya isi supaya menjadi ahli Guru Simpanan bagi menggantikan para guru yang mengambil cuti bersalin.

Saya yakin, menjawab seperti itu bukanlah sesuatu yang memalukan. Hal ini kerana, saya yakin dan percaya, niat saya belajar dulu bukan hanya sampai mendapat Ijazah dan menggunakan Ijazah demi mendapat perhatian dan pujian orang.

Saya juga lebih selesa bekerja mencari rezeki dengan menggunakan potensi diri tanpa menunggu gaji setiap bulan. Kini saya terus menjalankan perusahaan kecil-kecilan sebagai 'dropship' produk-produk yang berpotensi di pasaran.

Pun begitu, saya tidak mahu keadaan diri saya bergantung dengan aktiviti pemasaran semata-mata. Saya ingin memiliki satu kemahiran yang saya suka untuk melakukannya dan mahu melakukannya. Saya pilih kemahiran menjahit pada tahun ini. Maka, saya memohon untuk menjadi pelatih giatmara.

Matlamat saya ialah, agar saya boleh menghasilkan pakaian saya dan ahli keluarga saya tanpa perlu membeli daripada orang lain. Inshaa Allah, Allah tidak akan pernah memandang usaha yang kecil itu sebagai kecil jika kita benar-benar berusaha dan tekun semasa melakukannya.

Saya Positif. Saya Mahu Maju, Saya Mahu Berjaya!

Yes. Yes. Yes!



Thursday, June 11, 2015

Kitab Muhimmah Siri 1

~Aku Insan Hina Dina...mengharap Kasih sayang-Nya & Redha -Nya ~

Assalamualaikum.. semasa saya tulis entri ini saya dah bergelar seorang isteri kepada seorang pemuda bernama Junaidi Bin Bidin..^_^

Hati terpanggil untuk menulis kembali setelah diberikan semangat oleh sang suami. Katanya, ' abang doakan kamu[telah diganti demi keselesaan pembaca] menjadi penulis yang banyak menyumbang kepada ummah melalui tulisan ..'..

Sedikit coretan semasa majlis..

- Alhamdulillah..semasa majlis di Keningau..saya amat bersyukur dan merasai kasih sayang ALLAH sepanjang majlis saya.. Walau blackout hampir 3/4 majlis..dalam hati saya nak nangis terharu..

- Semasa majlis di Putatan juga saya bersyukur kerana majlis 'berinai' yang saya risaukan hanyalah melaungkan marhaban dan berzanzi, bunyi kompang dan..tetamu mendoakan mempelai sambil merenjis wangian..Acara sanding pula..pelamin berada di bahagian khemah perempuan..jiwa sejuk melihat ramai wanita depan mata..

- Walaubagaimanapun.. saya memohon ampun kepada Allah atas kekhilafan dan kelemahan kami dalam tersalah langkah atau laku atau terlepas pandang semasa penganjuran majlis..semoga ALLAH mencucuri Berkat dan Rahmat Nya atas majlis tempoh hari dengan Sifat Ar-Rahmaan dan Ar-RahiimNya..

Look Foward..

Seperti tajuk diberi, saya ingin menulis mutiara kalam Ustaz Azhar Idrus mengenai Kitab Muhimmah..

Ustazah Aisyah, isterinya Ustaz Fadli Yusof(Kembara Syahadah Pensiangan) beliau lah yang memperkenalkan kitab ini kepada saya. Itu semua ilham dari ALLAH kepadanya.. Alhamdulillah..Kata beliau, kitab ini penting untuk anak gadis..yang nak berkahwin..

kemudian barulah saya mendengar pertama kalinya di Surau Riadhussholihiin Taman Austral , tentang sedikit isi kandungannya..

lalu hari ini saya terpanggil untuk mencari dalam youtube..Alhamdulillah jumpa juga..

Berikut adalah poin penting dari kitab ini[ Siri 1 ]:

1. Perihal Perkara yang berdosa/ derhaka jika dilakukan kepada suami:

-  Mencarut/ Memcaci, memaki , memfitnah, menyakiti hati suami..
-  Tidak Taat
-   Jika Suami suruh berhias di rumah, tapi tak buat..
-   Jika isteri disuruh mandi wajib(kering haid) tapi si isteri tok sey..dia tak nak, Suami kena mandi wajib kan dia
-   Sombong kepada suami kerana lebih kaya daripada suami
-   Isteri memarahi suami bila suami mahu bermesra dengan dia..' Ustaz pesan sentiasa senyum sepanjang hari'
-    Menolak ajakan suami untuk berjimak
-   Bila ajakan [bermesra] suami semasa tengah buat kerja dapur atau kerja lain, kena sahut..( dicadangkan...kita ikut suami p mana, supaya dapat menyahut keperluannya)
-    Tidak izinkan suami menyentuh bahagian tertentu tubuhnya
-   ....


2. Suami isteri WAJIB kena belajar, Menuntut ilmu hukum hakam dalam Islam..

3. Kisah Ummu Salamah r.a bertanya tentang wanita mimpi basah perlu mandi wajib atau tidak..Hadis itu juga menunjukkan bahawa wanita boleh keluar air mani..[ Wanita ada air mani].

4. Soal Jawab:

1. Saya makan kenduri , bawa kawan yang tidak dijemput, gano?

= Kawan itu boleh bawa makan..tapi minta izin tuan rumah

***

Rakaman itu tidak habis kerana ihsan dari penerbit ..Boleh beli VCD yang asal ya..


P/S: Sesungguhnya sedikit ilmu yang terkandung dalam ceramah ini mengejutkan kealpaan jiwa-jiwa yang mendengar, moga ada manfaat buat kita semua dan, semoga tergerak hati untuk mencari siri kedua selepas ini..

~Bukan mudah untuk bergelar isteri, banyak perkara yang perlu diperhati dan jagai..moga hayat yang ada dapat dimanfaatkan untuk memburu keredhaan suami dan seterusnya keredhaan ALLAH s.w.t..~


Saturday, May 2, 2015

Alam lain..

~Aku Insan Hina Dina...mengharap Kasih sayang-Nya & Redha -Nya ~

Assalamualaikum. Bismillahi Walhamdu lillah..

Sedar-sedar tinggal sebulan lagi nak bertukar alam.. buat pengikut setia blog ini, saya dah nak mengakhiri hidup bujang. Doakan ya..

Persediaan?

Saya sedang usahakan. Namun, akibat tak pandai memandu dan lesen memandu tidak siap lagi, kelihatan usaha untuk persiapan ke arah walimah itu sangat memerlukan bantuan orang lain. Alhamdulillah, ahli keluarga begitu memahami..

Entah kenapa saya ingin bagi nasihat kepada fresh graduate yang dapat kerja tapi duduk jauh dari keluarga dan belum kahwin..'trend' keluarga anda supaya sentiasa sokong anda agar urusan nak kahwin mudah..macam keluarga saya. hehe..

Cuma saya terkadang susah nak pass semua kat orang.

Saya dapati keaktifan saya berjumpa orang lain semakin berkurang. Mungkin sebab saya tak mampu melakukan hal lain buat masa ni..T.T

Orang kata bila nak buat kebaikan banyak la onak berdurinya jua.

Saya rindu keangauan untuk melakukan perkara-perkara kebaikan seperti sebelum ini. Moga ada hikmah atas semua ini..[ayat ini untuk mereka yang memahami apa yang saya faham..]

buat sahabat-sahabiah lain, teruskan langkah, mungkin langkah kaki ini perlahan sedikit kerana banyak menyinggah di persimpangan-persimpangan. Doakan istiqamah untuk saya dan batalion saya selepas ini..

satu alam lagi yang bakal saya tempuhi ialah alam perawat. Namun, saya tidak bisa kongsi perasaan saya di alam maya ini kerana belum menempuhi tempoh praktikal..

untuk masuk alam ini pun saya tidak ada kekuatan kecuali dari ALLAH.. Moga sahabat semua terus doakan saya sehingga tidak mampu lagi menhembus nafas agar saya buat yang terbaik..

















































Friday, March 13, 2015

Forum kah?

~Aku Insan Hina Dina...mengharap Kasih sayang-Nya & Redha -Nya ~

Ada orang bertanya,

" Apa kaedah dan metod dalam membentuk syabab @ srikandi Islam dahulu sehingga melakar perkembangan sejarah itu sendiri..?"

Saya suka memetik ayat saudara pemilik blog ini..http://asoib001.tripod.com/sistempendidikanrasulullah.htm

E)             APA KAEDAH YANG DIGUNAPAKAI OLEH RASULULLAH SAW?.

Kaedah atau metod yang digunakan oleh Rasululah SAW – mudah sahaja!. Semudah A, B dan C. Tidak perlu pembaris, kompass, alat alur, bangunan air-cond, dll. Hanya pakai batu dan pelepah tamar sahaja!.


Rasulullah SAW menggunakan pendekatan Pendidikan Informal, iaitu suatu bentok pendidikan tidak resmi. Ia berlaku pada sebarang tempat, pada sebarang waktu dan pada sebarang orang, tidak kira kecil atau besar, tua atau muda.

Rasulullah memberi priority kepada pendidikan informal daripada pendidikan formal (resmi) kerana kaedah informal lebih berkesan, praktikal dan memberi hasil yang cepat dan konkrit. Manakala pendidikan formal hanya menambahkan teori-teori yang jarang dipraktikkan.

Sistem Pendidikan Rasulullah ini kelihatan mempunyai maksud untuk melahirkan manusia yang mengamalkan ilmu. Baginda tidak menekankan ilmu yang tinggi atau ilmu yang banyak, sebaliknya memberi keutamaan kepada pengamalan ilmu.

Dalam hal ini, Rasulullah SAW ada bersabda, “Barangsiapa beramal dengan ilmu yang ia tahu, ALLAH akan pusakakan kepadanya ilmu yang dia tidak tahu.” (dikeluarkan oleh Abu Nuaim).

Sehubungan dengan itu, guru mesti menjadi contoh yang baik terhadap anak-anak muridnya. Sikap dan cakap guru sepanjang masa di dalam pergaulannya dengan murid-murid mesti bersifat mengajar dan mendidik. Kiranya berlaku hal yang sebaliknya, ertinya guru itu sudah mengagalkan matlamat pendidikannya supaya anak-anak muridnya beramal dengan ilmu yang mereka perolehi.

Oleh kerana sistem pendidikan Rasulullah tidak memberi penekanan kepada menghafal, mengingat dan menulis kembali ilmu tetapi ialah pada pengamalan. Maka, sudah tentu tidak ada apa-apa sijil kelulusan yang hendak dikeluarkan. Sebab produk akhir yang dikehendaki ialah TAKWA, dan ukuran takwa ialah pada akhlak dan amal soleh. Takwa itulah nilai tertinggi bagi seseorang yang menuntut ilmu kerana ALLAH. Seperti kata pepatah, “Jadilah seumpama padi, semakin berisi semakin tunduk. Jangan jadi seperti lalang, semakin tinggi semakin menyucuk!”.

Dengan kaedah-kaedah di atas, pelajar yang lahir dari sistem pendidikan Rasulullah ialah orang yang terus beramal, bekerja dengan ilmu yang ia dapat, bukan kerana gaji tetapi kerana ALLAH. Ertinya mereka bekerja dengan penuh tanggungjawab, bersih daripada dosa dan maksiat, dan selamat daripada mengharapkan sebarang kepentingan duniawi atau pribadi.

Dan ini juga untuk yang lebih berilmiah..

Dari perspektif al-Sunnah, kita boleh mengambil contoh daripada beberapa tindakan Rasulullah saw sebaik sahaja beliau diangkat menjadi Rasul. Ia boleh dibahagikan kepada dua fasa iaitu fasa pertama ketika beliau berada di Kota Mekah dan yang kedua ketika beliau berada di Kota Madinah. Di Kota Mekah baginda telah menyeru kepada agama Allah di samping mendidik mereka yang telah menyahut seruan dakwah Islam. 

Walaupun secara zahirnya usaha dakwah pada peringkat awal ini kelihatan kurang berjaya sehingga membawa kepada penghijrahan Rasulullah saw ke Kota Madinah, namun secara hakikatnya ia telah membuktikan kejayaan besar Baginda ke atas orang-orang jahiliyah. Ini kerana Rasulullah saw berjaya mendidik sebilangan para sahabat dalam tempoh tersebut dan membentuk mereka menjadi sebuah kelompok yang mempunyai keistimewaan dari sudut akidah, budi pekerti serta matlamat hidup (Muhammad Shadid 1992). 

Selain itu, baginda juga telah mengambil inisiatif untuk mengadakan kelas bimbingan dan didikan kepada golongan musabiqun al-awwalun di rumah Abi bin Abi al-Arqam. Nabi Muhammad saw selaku nabi yang terakhir yang diutuskan oleh Allah SWT telah menggunakan pendekatan pendidikan bagi membangunkan Islam sekaligus mencapai matlamat pengutusannya. Selepas dakwah baginda mendapat tentangan daripada penduduk Quraisy di Kota Mekah, Rasulullah saw telah berhijrah ke Kota Madinah demi keselamatan dan kelangsungan Islam yang baru melalui proses awal perkembangannya ketika itu. Di Kota Madinah, selain daripada menubuhkan kerajaan Islam yang pertama, antara aspek pembangunan yang ditekankan oleh Rasulullah saw adalah pembangunan dalam bidang pendidikan.

 Sebagai langkah awal beliau telah melantik beberapa orang individu dalam kalangan sahabat baginda untuk menjadi guru, antaranya Abu Ubaidah al-Jarrah dan Ubadah bin al-Samit untuk mengajarkan al-Quran kepada masyarakat Islam (Awang Yahya 2004). Pada Pendidikan Menurut Al-Quran Dan Sunnah Serta Peranannya Dalam Memperkasakan Tamadun Ummah 19 peringkat ini, pendidikan tidak terfokus kepada persoalan akidah semata-mata malah menyentuh soal kekeluargaan dan masyarakat, peraturan serta tindak tanduk dalam hidup di samping melaksanakan syariat Islam dalam segenap aspek kehidupan. Maka dengan itu, bidang atau skop pendidikan menjadi bertambah luas selaras dengan meluasnya tujuan serta beragamnya suruhan serta laranganNya (Muhammad Shadid 1992).

 Di samping itu, Rasulullah saw juga telah memperluaskan fungsi dan peranan masjid sebagai tempat untuk mendapatkan pendidikan. Dalam hubungan ini masjid tidak dilihat sebagai tempat untuk beribadat semata-mata tetapi dilihat juga peranannya yang sepadu dalam pembangunan dan perkembangan ummah. Masjid telah dijadikan sebagai pusat pembentukan muslim yang bertaqwa atau dalam erti kata lain masjid dianggap sebagai pusat pendidikan Islam yang terkemuka. Baginda juga telah memilih beberapa orang daripada kalangan orangorang mukmin yang direkrut khas untuk menjalankan tugas-tugas pendidikan. Selain itu, Rasulullah saw juga telah mengeluarkan arahan tentang pendidikan. 

Arahan tersebut dinyatakan oleh baginda setahun selepas peristiwa hijrah ke Kota Madinah. Baginda telah naik ke mimbar masjid dan berkata (al-Kattani t.th.; Awang Yahya 2004): Apatah halnya orang-orang mukmin tidak mengajarkan ilmu agama kepada jiran tetangga mereka dan mereka pula tidak belajar. Didiklah anak-anak kamu dengan sopan santun dalam tiga perkara: Kasihkan nabi kamu, kasihkan kaum keluarganya dan membaca al-Quran; tidak juga memberi nasihat supaya orang lain pergi belajar. Maka hendaklah kamu ketahui, kaum muslimin hendaklah mengajar jiran tetangga mereka dan mengajarkan ilmu agama dan memberi nasihat dan menyuruh berbuat perkara yang baik dan melarang perkara yang jahat. Dan mereka itu pula hendaklah belajar dan jiran tetangga itu hendaklah mempelajari agama dan memberi nasihat. Kalau mereka tidak berbuat demikian saya akan jatuhkan hukuman ke atas mereka. 

Salah satu lagi contoh daripada tindakan Rasulullah saw yang menunjukkan baginda amat menitikberatkan soal pendidikan umat Islam adalah seperti yang berlaku selepas peristiwa perang Badar (sekitar abad kedua Hijrah) (Amir A. Rahman 1990). Tentera-tentera Islam telah berjaya menawan seramai 70 orang puak Quraisy. Kebanyakan daripada tawanan perang ini merupakan mereka yang tahu membaca dan menulis. Golongan ini telah diberi pilihan untuk membebaskan diri mereka dengan syarat membayar harga tebusan diri dengan Jurnal Hadhari Special Edition (2012) 7 - 22 20 menjadi guru menulis dan membaca kepada umat Islam di Madinah.

 Menurut laporan sejarah, dengan perhatian yang cukup tinggi yang telah diberikan oleh Rasulullah saw maka dalam masa yang singkat golongan tawanan Quraisy tersebut berjaya mengajar seramai 4000 orang Islam sebelum mereka dibebaskan (Shalaby 1954). 

Ada pula orang bertanya..semakin ramai remaja hatta yang bukan aliran agama menukar cara pemakaian mereka,

a) Faktor perubahan
b) Faktor supaya terus berkembang dan istiqamah



Faktor paling utama adalah kesedaran akan kewujudan hidayah Allah dan kedua adalah persekitaran.

Cari lingkungan yang baik2. hehe..

Sunday, January 11, 2015

Entrepreneurs's Thought

~Aku Insan Hina Dina...mengharap Kasih sayang-Nya & Redha -Nya ~

[Being Your Own Boss – Part 1] How to Develop an Entrepreneurial Mindset

[Being Your Own Boss - Part 1] How to Develop an Entrepreneurial Mindset | ProductiveMuslim
freestockphotos[dot]biz
This is Part 1 of UmmahHub’s series on Being Your Own Boss that reveals the 10 keys to help you become a successful entrepreneur and be the best you can be in business and in life, In sha Allah.
To be an entrepreneur and be involved in business consists of exerting significant effort and hard work, which is highly encouraged in Islam; as the Prophet ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) said:
“No doubt, it is better for a person to take a rope and proceed in the morning to the mountains and cut the wood and then sell it, and eat from this income and give alms from it than to ask others for something.” [Bukhari]
Many of the early followers of our faith, including our Prophet Muhammad ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him), were merchants and traders. In fact, much of how Islam spread from West Africa to China was through traders. As the country with the highest Muslim population in the world, Indonesia is said to have embraced Islam by witnessing the the strong ethics and beautiful character of Muslim businessmen and entrepreneurs they came across, which speaks to the immense power of business that is driven by faith-based values.
Entrepreneurship is one of the most powerful methods to create long-lasting change in our communities that is currently being neglected. This is due to the lack of proper entrepreneurial education to help develop the next generation of entrepreneurs within our community. There simply is not enough awareness about what entrepreneurship is, how we can develop more entrepreneurs, and how we can start and run successful companies that can create a long-lasting impact.

Who is an Entrepreneur?

There are many definitions for the word ‘entrepreneur’, but the most common definition is that an entrepreneur is someone who identifies problems and then turns them into opportunities.
“Entrepreneurship,” says Bob Reiss, the author of ‘Low- Risk, High-Reward: Starting and Growing your Business With Minimal Risk‘, “is the recognition and pursuit of opportunity without regard to the resources you currently control, with confidence that you can succeed, with the flexibility to change course as necessary, and with the will to rebound from setbacks.”
Being an entrepreneur is not necessarily just about launching and running a business, it is about developing the entrepreneurial mindset, which is useful to anyone who is part of an organization. It is the mindset of looking at problems as opportunities and creating more with less. This mindset encourages risk-taking, creativity, innovation, and unconventional thinking.
This is the mindset that we Muslims need to develop in order to properly create healthy communities that can deal with the myriad of socio-economic issues we face.

Revive Your Entrepreneurial Spirit

The industrial revolution forced a mass migration of people from rural areas to urban cities. Prior to that, most people in North America were entrepreneurs who owned small businesses and bartered to get what they needed. Now, as technology and global competition changes the employment landscape, traditional employment that was reminiscent of the industrial revolution is being challenged. Individuals are now being forced to become knowledge workers, who essentially rely on selling their skills to make a living. We were all entrepreneurs long before the industrial revolution changed that. We need to return back to our entrepreneurial roots, not just socially but religiously as well. Interestingly enough, history has come full circle and we will all need to become entrepreneurs to survive in the future.
What makes entrepreneurs unique is their resourcefulness. In other words, they are able to do more with less. Whatever the problem, they will find a way to make it happen even if they do not have all the tools.
The key to developing an entrepreneurial mindset is recognizing the qualities you have, then building and improving upon those you do not yet have. To get started, we have mapped out key ways to develop your mindset as a Muslim entrepreneur.:
1. Have Tawakkul and Be Grateful
Part of being a Muslim is understanding that Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) is the ultimate disposer of our affairs. He is Al-Awwal (the Beginning) wal-Akhir (The End). Everything begins with Him and everything ends with Him. Consequently, He is the source of everything and the Provider of all.
Contemporary business practices today cite scientific studies showing that an attitude of gratitude brings more into your life. It means the more you are grateful, the more you will receive. Believing that there is a limited amount of resources for everyone to access is a flawed mindset for any entrepreneur. You must operate from a place of abundance and believe resources are unlimited.


As Muslims, we do not need modern scientific studies to show us that being grateful and having faith in a higher being who is the Source of all is enough reason to never worry.
In the Qur’an, Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) says:
And [remember] when your Lord proclaimed, ‘If you are grateful, I will surely increase you [in favor]; but if you deny, indeed, My punishment is severe.’ ” [Qur’an: Chapter 14, Verse 7]
Know that Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) has given you all the resources that you need in your life to create a successful business and create some impact in the world. Once you realize that you were given quite a lot, Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) has guaranteed to give you more.
2. Work Hard and Think Long-Term
That no bearer of burdens will bear the burden of another. And that there is not for man except that [good] for which he strives. And that his effort is going to be seen – Then he will be recompensed for it with the fullest recompense.” [Qur’an: Chapter 53, Verses 38-41]
A crucial step to developing an entrepreneurial mindset is having the ability to think long-term. Long-term thinking allows a person to develop discipline to work at a problem while having a future vision in mind. This helps prevent the need to fulfill short-term gratification.
In Surat al-Israa, Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) says:
Whoever should desire the immediate – We hasten for him from it what We will to whom We intend. Then We have made for him Hell, which he will [enter to] burn, censured and banished. But whoever desires the Hereafter and exerts the effort due to it while he is a believer – it is those whose effort is ever appreciated [by Allah]. To each [category] We extend – to these and to those – from the gift of your Lord. And never has the gift of your Lord been restricted.” [Qur’an: Chapter 17, Verses 18-20]
Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) also says:
Whoever desires the reward of this world – then with Allah is the reward of this world and the Hereafter. And ever is Allah Hearing and Seeing.” [Qur’an: Chapter 4, Verses 134]
A key part of having a long-term vision is having the understanding of what guides your decision-making. What vision do you have for yourself, your life and your business? What impact do you ultimately want to make? This will be your reason, the one that will get you through the main obstacles you will inevitably face. As Allah subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) has said, if you work, you will receive the fruits of your striving.
3. Have Grit
University of Pennsylvania Psychology Professor Angela Duckworth’s research has shown that people with “grit”, the trait of exceptional persistence and devotion, consistently perform better than those with higher IQ.
If there is one guarantee in entrepreneurship, it is that it is a roller coaster ride. There is no linear path to becoming a successful entrepreneur. It essentially consists of making numerous tiny decisions everyday on multiple things: teams, administration strategy, marketing, etc. It takes a certain type of mindset to withstand this kind of pressure. The key here is persistence.
Persistence is the ability to look past obstacles and keep moving. When speaking to many successful entrepreneurs, they will cite the ability to not give up as being a crucial reason for success. Sadly, many people do not succeed because they gave up right before they were about to find success. The key to persistence is to keep trying until you get to your end goal.


“Keep focused on the problem you are trying to solve but be flexible on how you solve it”, says Jason Nazar, co-founder and CEO of Docstoc



.
4. Focus on Creating Value


Another key to becoming a successful entrepreneur is by creating value. The amount of success you have is proportional to how much value you bring to others. Entrepreneurs focus on creating sustainable solutions by solving problems faced by people.
Before starting your business, it is essential to ask yourself: “Who am I helping and how can I make that solution better than what exists currently in the marketplace?” This is the primary mentality to have when looking to become an entrepreneur and the basis of great business models. Contemporary entrepreneurship encourages one to find a solution for a problem within the marketplace that customers are not happy with, then create a product to help them, while constantly revising and improving that product based on their feedback.

Entrepreneurial Education: The Way Forward

Growing and developing the next generation of entrepreneurs is crucial for our long-term communal prosperity. In order to solve the myriad of social problems that we face, we need to support those who are solving these problems. That is why entrepreneurial education can become a crucial asset for our community.
The first step in doing so is to develop the mindset of an entrepreneur.
 On a community level, helping more people develop an entrepreneurial mindset means we help unleash the creative potential and innovative thinking of many individuals in our community. These new ideas can help spark new businesses, organizations and projects that will benefit our community for years to come. Developing an entrepreneurial mindset gives individuals the inspiration to dream, to be innovative and to take risks.
With this spirit, we have to encourage the next generation to become the change-makers and entrepreneurs they have the potential to be!
Next time we will show you how to get inspired and develop business ideas. If you have any tips for budding entrepreneurs, or thinking of becoming one yourself, let us know in the comments section below!
About the Author
Obaid Ahmed is a technology entrepreneur, youth mentor, investor, philanthropist and community builder. He founded UmmahHub with a mission to redefine fundraising, change-making and entrepreneurship for Muslim communities.


Click to read more: http://productivemuslim.com/being-your-own-boss-part1/#ixzz3OWEHJn1P 
Follow us: @AbuProductive on Twitter | ProductiveMuslim on Facebook